Pages

Cognitive Computing dan Machine Learning

Teknik Komputasi Kognitif (Cognitive Computing) merupakan sebuah model inovasi komputasi secara analitik dalam pemrosesan bahasa alami atau natural language dan pembelajaran mesin (machine learning). Inovasi yang dihasilkan dalam teknik ini adalah sebuah simulasi proses berfikir manusia secara komputasi. Komputasi Kognitif menciptakan sebuah Sistem IT yang secara otomatis mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan manusia. Sistem ini secara komputer sains disebut juga sebagai sistem yang mampu belajar sendiri dan menyelesaikan masalah sendiri dengan algoritma tertentu, atau disebut juga dengan 'self-learning'.


Cognitive

Dalam dunia IT dikenal sebutan Cognitive Informatics, yang merupakan gabungan ilmu Informatika (TI dan SI) yang mempelajari teknik komputasi dengan proses pengolahan informasi yang menggabunkan ilmu sains kognitif dan teori ilmu neuropsychology, dan kemudian melakukan studi informatika sains kognitif dengan mekanisme proses pengetahuan. Sistem ini mampu melakukan pemecahan masalah (problem solving) dengan melakukan proses pengolahan dari informasi yang didapatkan (information processing) dengan menggunakan sistem kecerdasan buatan (knowledge-intensive intelligent systems). Sistem ini dilandasi dengan konsep dasar pola pemikiran dan komunikasi manusia.


Machine Learning

Sistem pembelajaran mesin (machine-learning) sekarang ini banyak digunakan di kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Misalnya, Facebook menggunakan machine learning untuk memutuskan update apa saja yang cocok dan sesuai untuk dimunculkan di timeline kita. Oleh karena itu, setiap orang yang mengakses Facebook secara bersamaan akan mendapatkan hasil update yang berbeda. Sama halnya dengan Twitter. Dengan kata lain, algoritma machine learning memutuskan secara otomatis apa yang sesuai dan apa yang tidak sesuai untuk diberikan kepada penggunanya.

Algoritma dari machinelearning itu sendiri disebut sebagai 'pembelajar' (learner), yang mampu memilah dan membedakan serta memutuskan apa yang harus dilakukan dengan menggunakan rujukan inferensi dari data yang diperoleh. Semakin banyak data dimiliki, maka akan semakin maksimal performanya. Sistem akan melakukan semuanya tanpa bantuan manusia untuk memilah dan memutuskan (seperti contoh update di timeline Facebook, bukan manusia yang mengatur update timeline).

Evolusi Homo Sapien adalah evolusi spesies yang menyesuaikan dirinya terhadap alam, bukan menyesuaikan alam untuk dirinya. Machine-learning adalah teknologi yang memiliki fungsi untuk memprediksi apa yang kita inginkan, bagaimana melakukan dan menghasilkan sebuah pencapaian, dan bagaimana melakukan penyesuaian terhadap keadaan. Tidak semua algoritma machine-learning sama. Setiap algoritma dimunculkan sesuai dengan kebutuhan. Sama seperti tidak semua dokter mampu menyembuhkan kanker. Hanya dokter yang tepat di bidangnya yang memiliki kompetensi untuk menyelesaikan permasalahan kanker si pasien.

0 komentar:

Posting Komentar