Pages

Peran IT Dalam Competitive Advantage

Author: Herison Surbakti

Siklus Informasi

Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu dijelaskan siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu. Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle )atau siklus pengolahan data (data processing cycles),
seperti gambar berikut:



IT dalam praktek bisnis akan memudahkan perusahaan atau organisasi dalam menjalankan kegiatan perusahaan dan bisnis. Sistem Informasi yang dibutuhkan akan sangat menunjang kelancaran dan hubungan dengan pelanggan sehingga akan memungkinkan perusahaan dan organisasi untuk menyusun program tentang apa yang akan dilakukan setelah mendapatkan informasi mengenai pelanggan yang berada di luar wilayah perusahaan tersebut.

E-commerce merupakan terobosan baru dalam dunia informasi, karena dapat memberikan suatu informasi dalam bentuk lebih menarik, menyenangkan dan on-line setiap saat tanpa batas waktu, asalkan semua perangkat teknologi memenuhi. Berkaitan dengan itu, perusahaan yang sudah mapan menjadikan objek dalam penerapan pamasaran  melalui e-commerce.

E-commerce merupakan satu set teknologi yang dinamis yang memiliki keterhubungan aplikasi dan proses bisnis yang berkaitan dengan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang. E-commerce (EC) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada world wide web internet (Shim, Qureshi, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, king, Chung, 2000).

Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif berikut:
  1. Dari  perspektif komunitas, e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
  2. Dari  perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
  3. Dari  perspektif layanan, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan. 
  4. Dari  perspektif on-line, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa on line lainnya. E-commerce bisa beragam bentuknya tergantung pada tingkat digitalitas produk/ layanan untuk dijual dan sebagainya.

Analisa Proses Bisnis ke dalam Model Proses Bisnis

Skema model proses bisnis yang dikembangkan untuk menganalisa proses bisnis.
Model Proses Bisnis ini kemudian dikembangakan dengan conceptual data model dan physical data model pada level design dan implementasi selanjutnya.

Sistem Informasi Dapat didefinisikan sebagai:

  •  Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
  •  Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
  •  Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Manfaat Sistem Informasi

  •  Organisasi atau perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  • Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia dan dalam kegiatan untuk melayani pelanggan yang berada di luar kota tempat perusahaan itu berada.

Komponen Sistem Informasi

  • Hardware - Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
  • Software - Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL).
  • Data - Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi, dapat berupa data inventory dan data pelanggan
  • Prosedur - Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
  • Manusia - Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.

Customer Relationship Management (CRM) merupakan salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan antara perusahaan dengan para pelanggan da pihak perusahaan. Saat ini banyak perusahaan yang memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM) untuk menjalin hubungan dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan CRM, perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan pelanggan sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan hubungan yang erat dan terbuka serta komunikasi dua arah di antara mereka. Dengan demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah berpindah ke lain perusahaan.
Customer Relationship Management meliputi semua aspek yang berkenaan pada interaksi perusahaan dengan pelanggannya. Hal ini bisa berupa penjualan jasa ataupun barang. Semuanya berawal dari kegiatan marketing terhadap pelanggan. Kegiatan marketing mengelola seluruh aspek dari daur hidup pelanggan, mulai dari sales, acquisition, fulfillment, hingga retention, seperti ditunjukkan pada gambar.



Dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi CRM dapat diintegrasikan kedalam sistem informasi pada perusahaan dengan melakukan perubahan terhadap alur kerja (workflow) sistem reservasi, analisis kartu pelanggan (untuk input dan output data bases process), dan analisis respon pelanggan (feedback).

Diharapakan dengan CRM maka perusahaan dapat lebih mudah untuk mengelola informasi pelanggan sebagai alat untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu dengan cara memberikan layanan kepada pelanggan yang baik dari dalam maupun luar sehingga informasi yang spesifik memungkinkan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang penuh kepada setiap pelanggannya.


0 komentar:

Posting Komentar